Rabu, 11 Juli 2012

HTTP Vs HTTPS

Pengertian HTTP atau definisi HTTP (HyperText Transfer Protocol) adalah sebuah protokol untuk meminta dan menjawab antara client dan server. Sebuh client HTTP seperti web browser, biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di tempat yang jauh (biasanya port 80). Sebuah server HTTP yang mendengarkan di port tersebut menunggu client mengirim kode permintaan (request) yang akan meminta halaman yang sudah ditentukan, diikuti dengan pesan MIME yang memiliki beberapa informasi kode kepala yang menjelaskan aspek dari permintaan tersebut, diikut dengan badan dari data tertentu.
HTTP berkomunikasi melalui TCP / IP. Klien HTTP terhubung ke server HTTP menggunakan TCP. Setelah membuat sambungan, klien dapat mengirim pesan permintaan HTTP ke server. HTTP digunakan untuk mengirimkan permintaan dari klien web (browser) ke web server, dikembali kan ke konten web (halaman web) dari server ke klien.
HTTP tidaklah terbatas untuk penggunaan dengan TCP/IP, meskipun HTTP merupakan salah satu protokol aplikasi TCP/IP paling populer melalui Internet. Memang HTTP dapat diimplementasikan di atas protokol yang lain di atas Internet atau di atas jaringan lainnya.
Pernahkah anda memperhatikan url dari sebuah alamat website atau homepage? Sebuah alamat url biasanya diawali dengan http://. Tapi apakah anda pernah menjumpai alamat url yang diawali dengan https://. Nah, apakah yang menjadikan perbedaan antara http dan https? Kalau dilihat dari kepanjangannya, HTTP berarti hyper text transfer protocol. Sedangkan HTTPS berarti hypertext transfer protocol secure. Nah dari sini sudah jelas perbedaannya bukan? Sebuah halaman web atau homepage yang diawali dengan https:// merupakan sebuah web yang membutuhkan tingkat keamanan yang sangat tinggi terhadap data-data / informasi yang terdapat dalam web tersebut. Sehingga memberikan perlindungan kepada si empunya website atau pengunjung yang melakukan input informasi penting ke dalamnya. Contoh website yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi adalah PayPal (https:// www.paypal.com). Menurut Paypalindonesia, "PayPal merupakan salah satu alat pembayaran (Payment procesors) menggunakan internet yang terbanyak digunakan didunia dan teraman." Ternyata url yang berbeda memiliki tujuan dan maksud tertentu. Contoh lainnya adalah https:// www.google.com/adsense. Dengan melihat pada url sebuah situs, kita sudah bisa menentukan mana situs yang memiliki keaman dan mana yang tidak. Jika anda menjumpai sebuah website yang meminta anda untuk memasukkan nomor kredit anda, maka perhatikanlah url-nya terlebih dahulu apakah diawali https:// atau tidak. Jika tidak maka jangan sekali-kali anda memasukkan nomor kartu kredit anda. Bila hal itu anda abaikan, maka jangan pernah berharap anda dapat tidur tenang.

TFP server




Dalam sistem jaringan komputer, sering diperlukan untuk melakukan proses transfer suatu file dari host yang satu ke host yang lain. Proses transfer file ini dapat berupa pengiriman file ke suatu host atau mengambil file dari suatu host. Proses mengirim file ke suatu host disebut upload file, sedangkan proses untuk mengambil file dari suatu host disebut download file.


Untuk jaringan komputer, proses transfer file salah satunya dapat ditangani melalui protokol FTP (File Transfer Protocol ). FTP adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internet work.
FTP menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara klien dan server, sehingga di antara kedua komponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum transfer data dimulai. Sebelum membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi server akan "mendengarkan" percobaan koneksi dari sebuah klien FTP dan kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port) untuk (1) membuat sebuah koneksi antara klien dan server, (2) untuk mengizinkan klien untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server dan juga (3) mengembalikan respons server ke perintah tersebut. Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port TCP nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk mentransfer data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan pengunduhan dan penggugahan.  Jadi port 21 untuk pemberian perintah dan port 20 untuk proses transfer data file.


cyee cyeee,....
berarti kalo dah punya FTP bisa donlod fotonya Emir Mahira,.....
gagagaga

Antena Directional Vs Antena Omni





Antena Directional / Omni Directional merupakan salah satu solusi cepat, mudah, dan murah untuk memperluas jangkauan dan menghadapi masalah pada jaringan wireless anda. Tentunya sebelum membuat keputusan untuk memilih antena yang tepat dan sesuai dengan kondisi jaringan anda, berikut ini dasar pemahaman tentang terminologi antena Wi-Fi.

Antena Directional

Jenis directional antena sering digunakan pada sistem jaringan point-to-point. Pada sistem ini, gelombang dikonsentrasikan dalam satu arah melalui reflektor, seperti halnya senter yang konsentrasikan cahaya melalui reflektor untuk mempersempit radiasi yang didapatkan. Berikut ini jenis-jenis antena directional :

Antena Yagi


Antena Yagi didesain oleh dua orang Jepang yaitu Hidetsugu Yagi dan Shintaro Uda. Antena ini pada awalnya dirancang untuk radio. Namun, saat ini antena Yagi juga digunakan untuk kebutuhan sistem Wi-Fi. Antena ini biasanya sangat terarah dan sering digunakan untuk sistem jaringan point-to-point atau digunakan untuk memperluas jangkauan dari satu titik ke sistem multi-point. Sebaiknya gunakan antena jenis ini jika anda ingin meng-install sistem anda di luar. Dengan kekuatan sinyal yang sangat baik dan pengaturan yang tepat, antena ini mampu menjangkau hingga beberapa kilometer. Namun antena yang sering digunakan di dalam sistem jaringan point-to-point ini sangat sulit untuk diarahkan.

Antena Parabolic


Antena jenis ini merupakan antena yang benar-benar kuat. Antena yang sering disebut dengan wajanbolic ini mempunyai daya tangkap dan daya pancar yang sangat besar. Namun kelemahannya, antena ini agak sulit untuk diarahkan dan proses pemasangannya bisa dikatakan cukup rumit. Antena Parabolic hampir selalu digunakan untuk menghubungkan Access Point pada jarak jauh. Fokus kekuatan antena ini terletak pada titk pusat antena dan mengirimkan sinyal radio melalui media yang berbentuk parabolic, seperti halnya reflektor pada lampu senter. Cara kerja antena Parabolic sangat fokus dan bisa dijadikan alat yang sempurna jika anda ingin mengirimkan sinyal pada jarak yang sangat jauh.

Antena Panel


Antena Panel merupakan antena yang digunakan untuk mendapatkan arah yang tepat. Antena ini memiliki ukuran yang cukup kecil dan bentuk yang mirip dengan antena Parabolic, tetapi tidak memiliki jangkauan yang jauh seperti halnya Parabolic. Antena Panel yang sesuai digunakan untuk menghubungkan dua Access Point yang berbeda ini mampu menambah sinyal Wi-Fi. Hal ini disebabkan oleh Antena Panel memiliki daya pancar yang bisa diandalkan dan gangguan yang rendah. Selain itu, Antena Panel juga memiliki kekuatan sinyal hingga 15 dBi dan diameter yang cukup kecil, yakni hanya 10 inci.


Antena Omni-directional

Antena Omni-directional (awalan omni berarti “semua”), memiliki kemampuan mengirim gelombang radio 360 derajat ke seluruh penjuru. Antena ini umumnya memiliki daya tangkap dan pancar yang lebih rendah dari pada antena directional. Cara kerja antrena Omni dapat digambarkan dengan lampu senter. Jika anda arahkan cahaya senter pada plafon, cahaya tersebut akan membuat pola melingkar. Cahaya ini dapat divisualisasikan sebagai daya pancar antena omni-directional. Jika anda menggunakan lampu senter yang lebih besar, ukuran lingkaran menjadi lebih besar. Ini adalah cara antena omni-directional bekerja, anda harus menentukan di mana menempatkan antena eksternal anda.

Jarak merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Menghubungkan antena eksternal ke komputer umumnya akan menimbulkan risiko keamanan yang lebih rendah dari pada menghubungkan ke router. Namun, jika anda sudah merasa nyaman dengan keamanan jaringan anda, ada baiknya menggunakan antena tambahan bagi router. Penambahan kekuatan sinyal melalui antena eksternal pada router akan lebih baik dibandingkan menghubungkannya ke komputer. Jenis-jenis antena omni-directional adalah sebagai berikut :

Antena Dipole


Antena ini dikembangkan oleh Heinrich rudolph Hertz sekitar tahun 1886. antena ini dapat dibuat dengan hanya bermodalkan kawat sederhana. Menurut teori, antena ini memiliki cara kerja yang paling sederhana dibandingakan antena lainnya. Antena Dipole bisa terdiri atas satu kawat saja yang disebut single wire dipole, atau bisa juga dua kawat yang dihubungkan di bagian ujungnya dan disebut dengan two wire folded dipole, atau bahkan terdiri dari tiga kawat yang disambung di bagian ujung-ujungnya yang dinamakan dengan three wire folded dipole.

Antena Mobile Wi-Fi


Mobile Wi-Fi merupakan antena yang sering digunakan untuk aplikasi mobile. Antena ini berupa antena vertikal yang terdiri atas beberapa segmen, dimana setengah panjang gelombang elemen tersebut akan diatus secara vertikal ke bagian akhir untuk mencapai daya pancar yang maksimal.
Antena mobile ini biasanya digunakan saat anda sedang berpergian ke bagian tempat seperti taman, restoran, stasiun pengisian bahan bakar, dan tempat peristirahatan jalan tol juga menawarkan akses Wi-Fi kabel berkecepatan tinggi secara gratis bagi pengunjungnya. Melalui antena pada kendaraan anda,anda dapat mengakses jaringan wireless langsung dari kendaraan. Namun, kadangkala sinyal yang didapat sangat rendah sehingga diperlukan antena tambahan kecil yang dapat diletakkan pada atap kendaraan.

Antena Coaxial


Antena Coaxial merupakan satu antena yang sering digunakan pada sistem Wi-Fi. Sebagian besarAccess Point yang dijual menggunakan standar antena jenis ini. Prinsip kerja antena Coaxial sama seperti antena Dipole, meski mempunyai bentuk yang berbeda.
Antena Coaxial terbuat dari bahan besi yang terbungkus karet keras yang berfungsi untuk menahan gelombang radiasi. Biasanya, bagian bawah antena ini mempunyai engsel yang dapat diputar ke segala arah.


Daya tangkap Antena

Daya tangkap antena diukur dalam satuan decibel isotropic(dBi), ditetapkan sebagai sebuah teori kekuatan ukur sinyal antena yang berkaitan dengan bidang imajiner sekitar antena. dBi adalah pengukuran logarithmic. Jadi, setiap 3 dBi adalah dua kali lipat dari daya tangkap antena. Perlu anda ketahui, semakin tinggi dBi maka antena akan menjadi lebih peka dan fokus.


tp ne semua antena g bisa buat memancarkan sinyal cinta, kalo pengen jatuh cinta juga dilarang jatuh dari antena,... sakit bray,.....

Selasa, 10 Juli 2012

Standar WLAN

Hayyyaaahhhh,….. setelah posting sejarah WLAN, sekarang tinggal standarnya yang kita buahas!!
Ne penting bgt lho,….
Kita mulai ya,…




Yang pertama silahkan masuk!!
802.11a:
Menggunakan frekuensi kerja 5 GHz
Tidak compatible dengan frekuensi kerja 2.4 GHz, seperti peralatan 802.11b/g/n
Jangkauan kira-kira 33% dibandingkan 802.11 b/g
Relatif lebih mahal untuk diimplementasikan dibandingkan dengan teknologi lainnya.
Semakin sulit memperoleh peralatan 802.11a

Yang kedua, silahkan perkenalkan diri!!
802.11b:
Teknologi pertama yang bekerja pada frekuensi 2.4 GHz
Laju data maksimum 11 Mbps
Perkiraan jangkauan 46 m untuk indoors dan 96 m untuk outdoors

Yang ketiga, lanjutkan!!
802.11g:
Termasuk teknologi dengan frekuensi kerja 2.4 GHz
Laju data maksimum hingga 54 Mbps
Jangkauan sama dengan 802.11b
Compatible dengan 802.11b

Yang keempat, yang terakhir,……….
802.11n:
Standar terbaru yang dibangun
Termasuk teknologi dengan frekuensi kerja 2.4 GHz (draft support untuk 5 GHz)
Jangkauannya lebih jauh dan throughput data dilebarkan
Compatible dengan peralatan 802.11g dan 802.11b (draft support 802.11a)

Nah itu dia standar WLAN, diingat, dipahami dan dihayati,…..

WLAN


Sejarah dan Standar WLAN
Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) menguji WLAN dengan RF. Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data rate 100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, Federal Communication Commission (FCC) menetapkan pita Industrial, Scientific and Medical (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN secara komersial memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum (SS) pada pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.

Pasar yang menjadi targetnya adalah pabrik, kantor-kantor yang mengalami kesulitan dalam pengkabelan (seperti kantor dengan interior marmer dll), perkulakan, laboraturium, tempat-tempat yang bersifat sementara (seperti ruang kuliah, rapat, konfrensi dll) dan kampus. Perkiraan sementara yang dihasilkan menunjukkan bahwa kira-kira 5-15 % pasar LAN akan dikuasi oleh WLAN.

Dengan adanya berbagai merek perangkat keras dan lunak, maka diperlukan suatu standar, di mana perangkat-perangkat yang berbeda merek dapat difungsikan pada perangkat merek lain. Standar-standar WLAN adalah IEEE 802.11, WINForum dan HIPERLAN.

Wireless Information Network Forum (WINForum) dilahirkan oleh Apple Computer dan bertujuan untuk mencapai pita Personal Communication Service (PCS) yang tidak terlisensi untuk aplikasi data dan suara dan mengembangkan spectrum etiquette (spektrum yang menawarkan peraturan-peraturan yang sangat minim dan akses yang adil). High Performance Radio Local Area Network (HIPERLAN) dilahirkan oleh European Telekommunications Standards Institute (ETSI) yang memfokuskan diri pada pita 5.12-5.30 GHz dan 17.1-17.3 GHz. IEEE 802.11 dilahirkan oleh Institute Electrical and Electronics Engineer (IEEE) dan berfokus pada pita ISM dan memanfaatkan teknik spread spectrum (SS) yaitu Direct Sequence (DS) dan Frequency Hopping (FH), standar ini adalah yang paling banyak dipakai [2].

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada WLAN adalah :
1. Data rate tinggi (>1 Mbps), daya rendah dan harga murah.
2. Metode akses yaitu metode membagi kanal kepada banyak pemakai dengan aturan-aturan tertentu.
3. Media transmisi yang merupakan faktor penting pada keterbatasan data rate dan memiliki teknik tersendiri, di mana bila teknik yang berhubungan dengan media transmisi (seperti teknik propagasi dalam ruangan, teknik modulasi dll) dapat diperhitungkan dengan baik maka akan dihasilkan sistem WLAN yang tangguh.
4. Topologi yaitu cara dan pola yang digunakan dalam menghubungkan semua terminal.
Lapisan Fisik dan Topologi
WLAN menggunakan standar protokol Open System Interconnection (OSI) [8]. OSI memiliki tujuh lapisan di mana lapisan pertama adalah lapisan fisik. Lapisan pertama ini mengatur segala hal yang berhubungan dengan media transmisi termasuk di dalamnya spesifikasi besarnya frekuensi, redaman, besarnya tegangan dan daya, interface, media penghubung antar-terminal dll. Media transmisi data yang digunakan oleh WLAN adalah IR atau RF.

• Infrared (IR)

Infrared banyak digunakan pada komunikasi jarak dekat, contoh paling umum pemakaian IR adalah remote control (untuk televisi). Gelombang IR mudah dibuat, harganya murah, lebih bersifat directional, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, memiliki fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari. Pengirim dan penerima IR menggunakan Light Emitting Diode (LED) dan Photo Sensitive Diode (PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media transmisi karena IR dapat menawarkan data rate tinggi (100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan harganya murah. WLAN dengan IR memiliki tiga macam teknik, yaitu Directed Beam IR (DBIR), Diffused IR (DFIR) dan Quasi Diffused IR (QDIR).

1. DFIR
Teknik ini memanfaatkan komunikasi melalui pantulan Keunggulannya adalah tidak memerlukan Line Of Sight (LOS) antara pengirim dan penerima dan menciptakan portabelitas terminal. Kelemahannya adalah membutuhkan daya yang tinggi, data rate dibatasi oleh multipath, berbahaya untuk mata telanjang dan resiko interferensi pada keadaan simultan adalah tinggi.

2. DBIR
Teknik ini menggunakan prinsip LOS, sehingga arah radiasinya harus diatur. Keunggulannya adalah konsumsi daya rendah, data rate tinggi dan tidak ada multipath. Kelemahannya adalah terminalnya harus fixed dan komunikasinya harus LOS.

3. QDIR
Setiap terminal berkomunikasi dengan pemantul, sehingga pola radiasi harus terarah. QDIR terletak antara DFIR dan DBIR (konsumsi daya lebih kecil dari DFIR dan jangkaunnya lebih jauh dari DBIR).

• Radio Frequency (RF)

Penggunaan RF tidak asing lagi bagi kita, contoh penggunaannya adalah pada stasiun radio, stasiun TV, telepon cordless dll. RF selalu dihadapi oleh masalah spektrum yang terbatas, sehingga harus dipertimbangkan cara memanfaatkan spektrum secara efisien. WLAN menggunakan RF sebagai media transmisi karena jangkauannya jauh, dapat menembus tembok, mendukung teknik handoff, mendukung mobilitas yang tinggi, meng-cover daerah jauh lebih baik dari IR dan dapat digunakan di luar ruangan. WLAN, di sini, menggunakan pita ISM (Tabel 1) dan memanfaatkan teknik spread spectrum (DS atau FH).
• DS adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi secara langsung dengan kode-kode tertentu (deretan kode Pseudonoise/PN dengan satuan chip).
• FH adalah teknik yang memodulasi sinyal informasi dengan frekuensi yang loncat-loncat (tidak konstan). Frekuensi yang berubah-ubah ini dipilih oleh kode-kode tertentu (PN) [7].
Tabel 1. Pita ISM.

Frekuensi
Spesifikasi
915 MHz

2.4 GHz

5.8 GHz
Frekuensi 902-928 MHz 2400-2483.5 MHz 5725-5850 MHz
Bandwidth 25 MHz 83.5 MHz 125 MHz
Jangkauan transmisi Paling jauh 5% <>

Sabtu, 07 Juli 2012

unicast, broadcast and multicast


Berdasarkan tujuan dari paket data di jaringan komputer, paket terbagi menjadi 3(tiga) jenis, seperti tertulis di judul blog ini, yaitu Unicast, Broadcast dan Multicast. Istilah broadcast, sepertinya lebih sering didengar oleh kita semua dibandingkan yang lainnya. Mungkin ini dikarenakan sehari-hari kita mendengar kata ‘broadcasting’  

Unicast
Unicast merupakan jenis paket yang berasal dari satu titik, dan memiliki tujuan hanya satu titik yang lain (titik bisa berarti komputer, atau peralatan jaringan lainnya). Ditilik dari ‘bedah paket’ nya, kita bisa lihat unicast memiliki satu MAC address pengirim, dan satu MAC address penerima. Secara analoginya, setiap hari pada saat browsing Internet, kita sudah melakukan proses unicast ini, yaitu apabila kita mengetik satu alamat URL misalnya, komputer kita sedang ber-unicast-ria dengan server web yang ada di URL tersebut.
Hampir seluruh paket aplikasi yang mendominasi jaringan kita bersifat unicast, seperti http, telnet, ftp, smtp, pop3, dsb.
Broadcast
Broadcast, pada jaringan komputer, merupakan jenis paket yang berasal dari satu titik, dan memiliki tujuan ke semua titik lain yang ada di jaringan. Biasanya jenis paket broadcast akan dikirimkan untuk menyatakan suatu ‘keberadaan’ sebuah layanan, atau pencarian sebuah titik pada jaringan. Contoh nyata dari paket broadcast ini adalah paket-paket NETBIOS yang dikirimkan oleh Windows setiap periode tertentu, yang berisikan nama komputer dan workgroup di mana komputer tersebut berada. Itulah sebabnya, kita bisa mendapatkan banyak informasi tentang apa saja komputer yang ada di jaringan kita pada Network Neighbourhood atau My Network Places.
Apabila jaringan kita analogikan dengan pasar, maka para penjual ikan maupun sayur yang saling berteriak satu sama lain, merupakan paket broadcast. Di satu sisi, kita akan dengan mudah mengetahui di mana kita bisa membeli sayur tertentu, tapi di sisi yang lain kita juga akan merasa ‘bising’ dengan kondisi di mana semua pembeli berteriak, apalagi bila bersamaan
Hal yang sama juga terjadi pada jaringan. Apabila kita memiliki 500 komputer dengan Windows, dan semuanya terletak di satu subnet, maka jaringan kita akan penuh dengan paket-paket broadcast.
Inilah sebabnya di sebuah jaringan yang sudah mulai berkembang menjadi besar, dibutuhkan langkah-langkah untuk ‘memperkecil’ pengaruh dari broadcast, agar jaringan tetap lancar dan tidak ‘dipenuhi’ oleh paket-paket yang tidak seharusnya.
Jika kita melakukan bedah paket terhadap paket berjenis broadcast, dengan mudah kita dapat lihat, paket ini memiliki destination address berisi FF:FF:FF:FF:FF:FF ( semua berisi bit 1 ). Apabila sebuah switch melihat paket dengan tujuan tersebut, maka otomatis paket tersebut akan diteruskan ke semua port.
Multicast
Multicast merupakan jenis paket, berasal dari satu buah titik dan bertujuan ke sebuah alamat khusus (bukan titik khusus), di mana alamat khusus ini dapat ‘didengarkan’ oleh titik-titik lain di jaringan yang ‘berkepentingan’ untuk mendengarkannya.
Konsepnya mirip dengan siaran radio, yaitu, jika kita hendak mendengarkan suatu siaran khusus, maka kita harus merubah frekuensi radio ke frekuensi yang tepat. Dan tentunya, berjuta-juta orang bisa mendengarkan radio yang sama.
Paket multicast sangat efektif untuk keperluan video streaming, audio streaming dsb. , karena dari sisi titik pengirim, hanya perlu ‘mengirimkan’ paket satu kali saja ke alamat khusus. Karena hanya satu paket saja, dan bisa banyak sekali ‘pendengar’, maka otomatis utilisasi jaringan tidaklah terpakai terlalu tinggi. Sebagai contoh, film dengan kualitas DivX, bisa dikirimkan dengan bandwidth sekitar 1-2Megabit/second saja, dan satu kantor sudah bisa menonton film tersebut.
Hanya saja, untuk bisa melakukan multicast, jaringan kita harus disetting sedemikian rupa, karena tidak semua jaringan mendukung multicast dengan baik. Sebagai contoh, kita tidak mungkin meng-stream video kita secara multicast ke Internet dengan mudah tanpa kita mengotak-atik perangkat router kita.
Jika kita membedah sebuah paket multicast, kita akan melihat bahwa MAC address dari destination nya berisikan paket 01:00:5E:xx:xx:xx. Lebih lanjut tentang multicast akan dibahas khusus.